Ternyata membiasakan menulis setiap hari itu gak segampang yang dipikirkan yah. Awal tahun ini saya berkomitmen pada diri sendiri untuk menulis jurnal pribadi setiap hari, dan hasilnya adalah dalam 31 hari, saya absen menulis sebanyak 3x. Gak seberapa sih memang kalau dilihat dari angkanya. Tapi dalam sehari itu kan banyak kejadian setiap menitnya, jadi absen menulis selama 3 hari itu sesuatu banget *nyontek gaya bahasa Syahrini deh*.
Dan lagi, menulis asal-asalannya karena males ada dua buah kalo ga salah. Semoga di hari terakhir di bulan Januari ini saya kembali menulis journal dengan baik dan benar, juga di bulan-bulan berikutnya.
Kalau nulis di blog masih terbilang jarang lagi sekarang. Habisnya kalo nulis lewat iPad itu kurang sreg. Lebih mengena kalo nulis lewat macbook tersayang ini, mungkin karena pake keyboard kali ya. Coba nanti aku beli keyboard buat iPad deh.. ah, tapi enggak juga deng. Kalo di macbook ini rasanya lebih terjamin dan nyaman aja. Serasa nulis sambil dipeluk gitu deh.. Eh, bukan lebay loh :p
Aku bingung, homepage multiplyku bagusnya diapain yah.. mengingat multiply sekarang udah jadi web untuk jualan gitu. Kalo ikut jualan, jualan apaan coba.. paling jualan barang-barang bekas pake. Tar dikit-dikit sambil dimigrasikan aja ke blog ini kali ya. Disana paling nitip nama doang, buat kenang-kenangan.
D'oh, jadi ngacak kan nih nulisnya..
ya sudah, akan kututup tulisan ini dengan sebuah harapan..
harapan semoga aku rajin menulis disini dan disana dengan sepenuh jiwa ^^
Tuesday, January 31, 2012
Friday, October 7, 2011
Major Arcana
So, kalo aku harus merangkum apa yang udah aku baca dan pelajari secara sekilas (maksudnya baru dibaca satu kali), Major Arcana ini seolah menceritakan tentang perjalanan si The Fool sampe ke puncak teratas dalam pencerahan yang digambarkan oleh kartu nomor 21, yaitu kartu The World.
Seperti cycle of life, dari Fool yang ga ngerti apa-apa (ngerti sih sebenernya, cuma gak mudeng aja) terus dapet pencerahan di kartu nomor 9 yang digambarkan oleh The Hermit sampe ke reborn kembali menjadi sesuatu yang baru di kartu nomor 19 yang diwakilkan oleh The Sun. Kartu lainnya ya prosesnya juga. Oh iya, Reborn disini bukan berarti reinkarnasi yah.. Sama halnya Death Card dalam kartu Tarot bukan berarti physical death.
Next lesson is Minor Arcana. Urutan pertama adalah the Pentacle, dimulai dari court cards (king, queen,
knight, and page) diikuti dengan pip numbers (aces to ten). Element dari pentacle ini adalah earth alias bumi/tanah, dimana kita berpijak. Season yg mewakili pentacle adalah winter, dengan North sebagai arah mata anginnya. Waktu yg ditunjukkan oleh Pentacle ini adalah Midnight dan 'years'. Astrology yang merepresentasikan Pentacle adalah Virgo, Capricorn dan Taurus.
Sorry kalo dijabarin satu-satu, sekalian ngetes memori juga nih ^^ hehe..
Ya sudah, nanti dilanjut lagi ya..
Sekian laporan terkini dari saya :)
Thursday, October 6, 2011
My Tarot Deck
Senangnya saat dapet kiriman Tarot Deck Robin Wood yang udah aku tunggu-tunggu sebulan lamanya. Akhirnya aku punya Taroott!!! Terus kenapa tiba-tiba jadi Tarot?
Jadi kesimpulannya adalah, aku lagi belajar Tarot dengan tekun. Oh iya, sekarang ini aku lagi belajar Major Arcana, dan kartu yang paling aku suka di group Major Arcana ini kartu nomor 13 which is Death Card. Aku sukanya based on picture loh yah. Tapi untungnya arti dari kartu ini gak seseram namanya.
Itu karena gak sengaja aja, dari dulu emang udah tertarik sama Tarot, tapi masih cuek-cuek aja. Saat itu saya males baca-baca kalo bahasanya bukan bahasa Indonesia kali ya, dan saya punya kesulitan untuk percaya sama translate-an orang Indonesia (kecuali saya tafsirkan sendiri). Nah, sekarang aku gak punya masalah untuk baca literatur inggris, jadi tarikan untuk belajarnya semakin kuat saat ini untuk mempelajari Tarot. Terlambatkah? Surely not! karena untuk belajar gak ada kata terlambat, yang penting disini adalah keinginan.
Katanya kalo pengen belajar Tarot, hal pertama yang harus dilakukan adalah punya deck sendiri. Jadilah aku browsing soal deck tarot yang buanyak sekali macemnya, melebihi warna pelangi!
Setelah pencarian panjang soal deck tarot yang akan dipilih, akhirnya aku jatuh cinta sama deck tarotnya Robin Wood, karena cocok aja kali ya sama kepribadian aku..hehehe. Seriously, aku pilih deck itu karena gambarnya klasik, gak aneh-aneh atau neko-neko, penampakan karakternya juga cantik dan ganteng, gak kotak-kotak kaya karakter yang ada di deck Raider Waite, walaupun aku suka deck RobWood karena inti gambarnya ga beda jauh sama gambar-gambar yang ada di deck Raider Waite. Intinya original dan klasik. Udah gitu warnanya juga gak terlalu mencolok dan seneng aja ngeliat gambar-gambarnya dalam waktu lama.. seperti deja-vu...
Selain beli Tarot Deck, aku sekalian juga pesen bukunya yang kebetulan authornya sama dengan yang gambar decknya. Soalnya di buku itu dijelasin sejarah, arti dan deskripsi kenapa kartu ini begini dan kenapa warna itu begitu.. Something like that lah. Jadi aku pikir, kalo pengen memahami kartunya, selain dimeditasiin ya harus mengenal juga. Kan katanya "tak kenal maka tak sayang".. iya ndak? :)
Jadi kesimpulannya adalah, aku lagi belajar Tarot dengan tekun. Oh iya, sekarang ini aku lagi belajar Major Arcana, dan kartu yang paling aku suka di group Major Arcana ini kartu nomor 13 which is Death Card. Aku sukanya based on picture loh yah. Tapi untungnya arti dari kartu ini gak seseram namanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
