Wednesday, August 29, 2012

Kehilangan

Suatu ketika saat sang bulan menjemput malam, setangkai bunga menggantung pada batangnya mengharapkan sebilah sapa dari seorang manusia di dalam sana. Seorang manusia bernama lelaki yang selalu menyapanya dalam kesunyian malam dan kesendirian hatinya.

Tapi malam ini bukan malam yang seperti biasanya.. walaupun malam ini seharusnya menjadi malam yang begitu indah, karena angkasa tampaknya telah menyiapkan tudung nan indah untuk memayungi dirinya saat beradu nafas dengan sang bunga, namun entah dirinya berteduh dimana.

Ia pun merasa hampa, tanpa disadari ia merindukan sang bunga di halaman belakang rumahnya, tapi apa dikata.. mungkinkah hatinya rindu akan bunga yang tak lama pun akan layu.

Demikian halnya dengan sang bunga, apalah daya, hati pun ia tak punya. Ia hanyalah sekuntum kelopak dengan sebuah putik sari. Dengan berat hati ia menyendiri dalam sinaran bulan tanpa kekasih hati.

Tanpa disadari dan tanpa diingini, mereka pun saling kehilangan serpihan hati.

Tuesday, April 17, 2012

Love in any way

What is Love anyway?
For me, love is like water…


It cannot be held by bare hand,
(sama halnya dengan cinta yang tidak bisa kau genggam dengan tanganmu)

The form will follow its place,
(begitu pula cinta yang tidak berbentuk tanpa sebuah wadah, ia hanya mengalir jika kau membiarkannya mengalir)

It could be a  bliss or a gehenna,
(tidak jauh berbeda dengan cinta yang bisa menjadi sumber kebahagiaan atau penderitaan, tergantung dari sudut pandangmu)

It always come to you in many ways,

(sama halnya dengan cinta yang selalu menghampiri dengan berjuta cara)
It makes no bond with anything,

(begitu pula cinta yang tidak terikat atau mengikat pada apapun, melainkan manusialah yang mengikat dan terikat padanya)
It’s compulsory element of life,

(so is the love.. dimana cinta bersemayam, disitulah kehidupan berlangsung)
You can’t live without it,

(so does the love..)

Therefore,
Jika kau masih bernafas walau terkadang terasa sesak,
Jika jantungmu masih berdetak walau setiap detakannya terasa pilu,
Jika kau masih bisa memberi senyum walau setiap tarikannya terasa palsu,

berarti cinta masih mengalir deras dalam urat nadimu,
…..
…..
…..
…..
…..
walaupun setiap alirannya terasa menyayat hati .....

Monday, April 16, 2012

Galau

Manusia macam apa aku ini…
Tidak bisa menguasai macan dalam diri,
Terkekang oleh keinginan duniawi,
Tidak perduli dengan keinginan hati.

Aku seperti iblis tanpa garpu tala,
Yang merindukan dekapan bidadari dengan sebelah sayap.
Entah bagaimana bisa aku hidup tanpa nafasnya,
Dimana aku menorehkan luka pada hati yang tersayat.

Aku meratap dalam sepi,
Saat langit gelap menutupi bumi.
Aku menangis dalam hati,
Saat teringat akan hati yang menyendiri

Pada siapa aku harus memohon untuk melepas semua kegelisahan ini..
Nyatanya selama ini aku hanya menutup diri,
Aku tersiksa oleh perbuatanku sendiri,
Aku tertimbun oleh sampah pikiranku…