Seekor kelinci sedang mengeluhkan kepenatannya pada sebongkah batu “entah harus kuapakan otakku ini supaya bisa lebih banyak menerima hal-hal yang sudah tidak bisa saya terima lagi” eluhnya..
Keheningan sesaat menghampiri si kelinci, lalu keheningan itu terpecahkan kembali oleh ocehannya, “salah apa aku sampe bisa dilahirkan sebagai mahluk berbulu tidak berdaya dengan kapasitas otak seadanya..”
Sore itu pun tetap sunyi dari suara selain suara si kelinci dan desahan angin meniup bulunya yang lembut.
Lalu ia pun menyadari, ia hanyalah seekor kelinci yang dilahirkan dalam liang tanah oleh sang induk. Lari dan bersembunyi adalah separuh kegiatannya selain menikmati kehidupan. Mati ditangan seorang pejagal atau dimulut seekor predator adalah hal yang ia takuti. Hal baik yang dapat ia lakukan adalah memberi senyuman pada anak kecil walau terkadang ia harus menderita.
Lalu hal besar apa yang bisa diimpikan oleh seekor kelinci?
Ps. Cerita diatas adalah cerita yang tidak ada kaitannya satu sama lain. Cerita ini hanyalah untuk mengosongkan pikiran belaka.
Thursday, September 13, 2012
Wednesday, August 29, 2012
Kehilangan
Suatu ketika saat sang bulan menjemput malam, setangkai bunga menggantung pada batangnya mengharapkan sebilah sapa dari seorang manusia di dalam sana. Seorang manusia bernama lelaki yang selalu menyapanya dalam kesunyian malam dan kesendirian hatinya.
Tapi malam ini bukan malam yang seperti biasanya.. walaupun malam ini seharusnya menjadi malam yang begitu indah, karena angkasa tampaknya telah menyiapkan tudung nan indah untuk memayungi dirinya saat beradu nafas dengan sang bunga, namun entah dirinya berteduh dimana.
Ia pun merasa hampa, tanpa disadari ia merindukan sang bunga di halaman belakang rumahnya, tapi apa dikata.. mungkinkah hatinya rindu akan bunga yang tak lama pun akan layu.
Demikian halnya dengan sang bunga, apalah daya, hati pun ia tak punya. Ia hanyalah sekuntum kelopak dengan sebuah putik sari. Dengan berat hati ia menyendiri dalam sinaran bulan tanpa kekasih hati.
Tanpa disadari dan tanpa diingini, mereka pun saling kehilangan serpihan hati.
Tapi malam ini bukan malam yang seperti biasanya.. walaupun malam ini seharusnya menjadi malam yang begitu indah, karena angkasa tampaknya telah menyiapkan tudung nan indah untuk memayungi dirinya saat beradu nafas dengan sang bunga, namun entah dirinya berteduh dimana.
Ia pun merasa hampa, tanpa disadari ia merindukan sang bunga di halaman belakang rumahnya, tapi apa dikata.. mungkinkah hatinya rindu akan bunga yang tak lama pun akan layu.
Demikian halnya dengan sang bunga, apalah daya, hati pun ia tak punya. Ia hanyalah sekuntum kelopak dengan sebuah putik sari. Dengan berat hati ia menyendiri dalam sinaran bulan tanpa kekasih hati.
Tanpa disadari dan tanpa diingini, mereka pun saling kehilangan serpihan hati.
Tuesday, April 17, 2012
Love in any way
What is Love anyway?
For me, love is like water…
It cannot be held by bare hand,
(sama halnya dengan cinta yang tidak bisa kau genggam dengan tanganmu)
The form will follow its place,
(begitu pula cinta yang tidak berbentuk tanpa sebuah wadah, ia hanya mengalir jika kau membiarkannya mengalir)
It could be a bliss or a gehenna,
(tidak jauh berbeda dengan cinta yang bisa menjadi sumber kebahagiaan atau penderitaan, tergantung dari sudut pandangmu)
It always come to you in many ways,
(sama halnya dengan cinta yang selalu menghampiri dengan berjuta cara)
It makes no bond with anything,
(begitu pula cinta yang tidak terikat atau mengikat pada apapun, melainkan manusialah yang mengikat dan terikat padanya)
It’s compulsory element of life,
(so is the love.. dimana cinta bersemayam, disitulah kehidupan berlangsung)
You can’t live without it,
(so does the love..)
Therefore,
Jika kau masih bernafas walau terkadang terasa sesak,
Jika jantungmu masih berdetak walau setiap detakannya terasa pilu,
Jika kau masih bisa memberi senyum walau setiap tarikannya terasa palsu,
berarti cinta masih mengalir deras dalam urat nadimu,
…..
…..
…..
…..
…..
walaupun setiap alirannya terasa menyayat hati .....
For me, love is like water…
It cannot be held by bare hand,
(sama halnya dengan cinta yang tidak bisa kau genggam dengan tanganmu)
The form will follow its place,
(begitu pula cinta yang tidak berbentuk tanpa sebuah wadah, ia hanya mengalir jika kau membiarkannya mengalir)
It could be a bliss or a gehenna,
(tidak jauh berbeda dengan cinta yang bisa menjadi sumber kebahagiaan atau penderitaan, tergantung dari sudut pandangmu)
It always come to you in many ways,
(sama halnya dengan cinta yang selalu menghampiri dengan berjuta cara)
It makes no bond with anything,
(begitu pula cinta yang tidak terikat atau mengikat pada apapun, melainkan manusialah yang mengikat dan terikat padanya)
It’s compulsory element of life,
(so is the love.. dimana cinta bersemayam, disitulah kehidupan berlangsung)
You can’t live without it,
(so does the love..)
Therefore,
Jika kau masih bernafas walau terkadang terasa sesak,
Jika jantungmu masih berdetak walau setiap detakannya terasa pilu,
Jika kau masih bisa memberi senyum walau setiap tarikannya terasa palsu,
berarti cinta masih mengalir deras dalam urat nadimu,
…..
…..
…..
…..
…..
walaupun setiap alirannya terasa menyayat hati .....
Subscribe to:
Posts (Atom)