Aku tau kenapa ga ada manusia yang tahu kapan tepatnya mereka akan meninggalkan dunia ini ...
itu pasti karena manusia akan menghabiskan seluruh pikirannya ke tanggal kematian dan ia tidak akan melakukan apapun yang berguna selain berfikir tanpa tindakan.
kalaupun aku salah menilai, setidaknya sebagian besar dan tanpa disadari manusia akan lebih mengarah ke tindakan itu.
Kenapa aku bisa berpendapat demikian ...?
sebenarnya aku tidak sedang menghadapi kematian, tapi aku sedang meghadapi sesuatu yang tampak bagiku seperti kematian.
aku akan keluar dari pekerjaanku ... aku akan keluar dari perusahaan yang sudah seperti keluargaku sendiri .. itu sudah seperti kematian buatku.
aku akan meninggalkan Indonesia, aku akan tinggal di negara yang sama sekali asing bagiku .. itu pun sama seperti menghadapi kematian.
yah, kematian bagiku tidak hanya istilah untuk jiwa yang meninggalkan raga ....
entah dibalik kematian itu ada kehidupan yang lebih menyenangkan atau tidak.
tapi aku cukup pintar untuk menyadari bahwa selalu ada kehidupan lebih baik dibalik setiap 'pintu gerbang yang baru terbuka'
dibalik 'gerbang kematian' selalu ada cahaya matahari yang mengantar kita pada hari yang begitu menyenangkan.
tapi masalahnya adalah ...
Bagaimana melewati hari-hari menjelang kematian ini ...
Aku mulai berpikir tentang keluargaku,
Aku mulai berpikir tentang teman-temanku,
Aku mulai berpikir tentang semua 'kepemilikanku' disini,
Aku mulai berpikir tentang lingkungan yang sudah puluhan tahun membelaiku dengan kenyamanannya,
Aku mulai berpikir tentang segala sesuatu yang membuatku merasa "Disinilah Rumahku ... Disinilah Jiwaku berada"
Aku menyadari, bukanlah hal yang mudah untuk mengawasi pikiran liarku yang menari-nari bak para penari erotis di klub malam.
di sisi lain kesadaranku, aku tahu ... tanggung jawabku lah untuk mengatasi ini semua ...
aku harus bisa melewati proses ini.
proses yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.
arrgghh ...
beri aku kekuatan.
Wednesday, January 30, 2008
Friday, January 20, 2006
The Five People You Meet in Heaven
Aku baru selesai baca bukunya Mitch Albom yang judulnya The Five People You Meet in Heaven. Cerita yang dimulai dari akhir (karena sebenernya semua akhir adalah juga permulaan), cerita tentang 'alam baka' dari sudut pandang yang berbeda.
"Orang berpikir alam baka adalah taman surgawi, tempat mereka bisa berbaring di awan dan bermalas-malasan di anak sungai dan pegunungan. Tapi pemandangan saja tidak ada maknanya". Alam 'pencerahan' untuk mengerti tentang kehidupanmu di dunia, untuk mengerti apa yang terjadi dalam kehidupanmu.
Lima pelajaran dari lima orang yang berbeda yang akan kau temui di surga. Lima orang yang mungkin orang-orang yang kita kasihi atau bahkan orang-orang yang tidak kita kenal. Jalur hidup mereka yang bersentuhan dengan jalur hidupmu sebelum mereka meninggal. Mereka menunggu, hanya untuk memberi 'pencerahan' terhadap mereka yang meninggal tanpa 'kesadaran' akan arti kehidupan.. atau apalah...
Kelima pelajaran itu antara lain :
1. Pelajaran tentang Keadilan ; tidak mengatur persoalan hidup dan mati. Kalau keadilan yang mengatur, tidak akan ada orang baik mati muda.
2. Pelajaran tentang Pengorbanan ; Jika kau mengorbankan sesuatu yang berharga, kau tidak sungguh-sungguh kehilangan itu. Kau hanya meneruskannya kepada orang lain. Karena sesungguhnya pengorbanan adalah bagian dari kehidupan.
3. Pelajaran tentang Kebencian ; Menyimpan rasa marah adalah racun yang menggerogotimu dari dalam. Kita mengira kebencian merupakan senjata untuk menyerang orang yang menyakiti kita. Tapi kebencian adalah pedang bermata dua. Luka yang kita buat dengan pedang itu, kita lakukan terhadap diri kita sendiri. Beri maaf... bebaskan jiwamu dari perasaan marah dan benci. Tidak seorang pun dilahirkan dengan membawa perasaan marah/benci.
4. Pelajaran tentang Cinta ; Cinta yang hilang tetap cinta, hanya bentuknya saja yang berbeda. Kehidupan harus berakhir, tapi tidak demikian halnya dengan cinta.
5. Pelajaran tentang Kesadaran ; Bagi orang-orang yang pernah/selalu merasa bahwa dirinya tidak berguna di kehidupannya , merasa jika dirinya tidak pernah melakukan apapun dalam hidupnya. Bahwa perlu diketahui, tidak seorang pun yang tidak berguna di kehidupan ini.
Sekian cerita singkat dan rangkumannya ^^
Aku jadi mikir... eh, bukan mikir sih sebenernya. Tapi kaya susunan puzzle gitu..
Kayanya sebelum 'turun' lagi, mereka melewati 'kelima orang' itu. Dan kalau yang sudah tercerahkan, mmm.. mungkin melewati juga kali yah.. karena setiap kehidupan mempengaruhi kehidupan berikutnya, dan kehidupan berikutnya itu mempengaruhi kehidupan berikutnya, dan begitu seterusnya. Karena kisah kehidupan itu adalah satu.
Eh, mungkin ga usah lewat 'kelima orang' itu kali yah kalo udah tercerahkan..
D'oh bingung ah... *nunggu kepingan puzzle yang lain*
"Orang berpikir alam baka adalah taman surgawi, tempat mereka bisa berbaring di awan dan bermalas-malasan di anak sungai dan pegunungan. Tapi pemandangan saja tidak ada maknanya". Alam 'pencerahan' untuk mengerti tentang kehidupanmu di dunia, untuk mengerti apa yang terjadi dalam kehidupanmu.
Lima pelajaran dari lima orang yang berbeda yang akan kau temui di surga. Lima orang yang mungkin orang-orang yang kita kasihi atau bahkan orang-orang yang tidak kita kenal. Jalur hidup mereka yang bersentuhan dengan jalur hidupmu sebelum mereka meninggal. Mereka menunggu, hanya untuk memberi 'pencerahan' terhadap mereka yang meninggal tanpa 'kesadaran' akan arti kehidupan.. atau apalah...
Kelima pelajaran itu antara lain :
1. Pelajaran tentang Keadilan ; tidak mengatur persoalan hidup dan mati. Kalau keadilan yang mengatur, tidak akan ada orang baik mati muda.
2. Pelajaran tentang Pengorbanan ; Jika kau mengorbankan sesuatu yang berharga, kau tidak sungguh-sungguh kehilangan itu. Kau hanya meneruskannya kepada orang lain. Karena sesungguhnya pengorbanan adalah bagian dari kehidupan.
3. Pelajaran tentang Kebencian ; Menyimpan rasa marah adalah racun yang menggerogotimu dari dalam. Kita mengira kebencian merupakan senjata untuk menyerang orang yang menyakiti kita. Tapi kebencian adalah pedang bermata dua. Luka yang kita buat dengan pedang itu, kita lakukan terhadap diri kita sendiri. Beri maaf... bebaskan jiwamu dari perasaan marah dan benci. Tidak seorang pun dilahirkan dengan membawa perasaan marah/benci.
4. Pelajaran tentang Cinta ; Cinta yang hilang tetap cinta, hanya bentuknya saja yang berbeda. Kehidupan harus berakhir, tapi tidak demikian halnya dengan cinta.
5. Pelajaran tentang Kesadaran ; Bagi orang-orang yang pernah/selalu merasa bahwa dirinya tidak berguna di kehidupannya , merasa jika dirinya tidak pernah melakukan apapun dalam hidupnya. Bahwa perlu diketahui, tidak seorang pun yang tidak berguna di kehidupan ini.
Sekian cerita singkat dan rangkumannya ^^
Aku jadi mikir... eh, bukan mikir sih sebenernya. Tapi kaya susunan puzzle gitu..
Kayanya sebelum 'turun' lagi, mereka melewati 'kelima orang' itu. Dan kalau yang sudah tercerahkan, mmm.. mungkin melewati juga kali yah.. karena setiap kehidupan mempengaruhi kehidupan berikutnya, dan kehidupan berikutnya itu mempengaruhi kehidupan berikutnya, dan begitu seterusnya. Karena kisah kehidupan itu adalah satu.
Eh, mungkin ga usah lewat 'kelima orang' itu kali yah kalo udah tercerahkan..
D'oh bingung ah... *nunggu kepingan puzzle yang lain*
Friday, December 2, 2005
Chinmi Quotation
Suatu hari di kuil Dairin akan diselenggarakan Pertandingan Uji Coba diantara murid-murid yang sedang belajar Kung Fu, dalam rangka memperingati hari kenaikan Bhiksu pertama. Orang yang paling giat berlatih nanti akan terpilih untuk bertanding di depan makamnya. Semua murid jadi bersemangat menyambut pertandingan itu, mereka berlatih lebih giat dari biasanya.
Tersebutlah seorang murid bernama Jin Tan yang sangat antusias dan sangat berambisi untuk mengikuti pertandingan uji coba itu. Dia berlatih 2x lebih giat dibanding teman-teman lainnya. Disaat jam latihan berakhir pun ia masih saja tetap berlatih seorang diri di dalam hutan.
Ia tidak mau kalah ... Ia ingin menjadi kuat ... begitulah sifatnya.
Hari yang ditunggu-tunggu para penghuni Kuil Dairin akhirnya datang juga ...
Jin Tan mendapat kesempatan untuk bertanding melawan Chinmi. Jin Tan begitu bersemangat melawan Chinmi, ia mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya di waktu senggangnya di dalam hutan. Ia mengincar 3 bagian vital manusia : leher, ulu hati, dan kelamin. Dimana mengincar 3 bagian vital manusia itu tidak diperbolehkan dalam Kung Fu.
Tapi apapun akan dilakukan Jin Tan untuk meraih kemenangan.
Pertandingan pun berlangsung seru. Jin Tan tetap berkonsentrasi menghantam 3 bagian vital Chinmi, dan Chinmi masih berkonsentrasi dalam pertahanan dari serangan-serangan beruntun Jin Tan.
Setelah beberapa menit pertandingan berlangsung, akhirnya Chinmi berhasil menjatuhkan Jin Tan ... dan disaat Chinmi akan memukul bagian leher Jin Tan, Daisojo sang kepala Biksu pun menghentikan pertandingan.
"STOP!!" katanya..
Lalu Sang Kepala Biksu bertanya kepada Jin Tan, "kamu tahu nggak kenapa kamu kalah?"
Jin Tan menjawab sambil terengah-engah dan berkeringat, "mungkin karena kekuatanku kurang.."
"Kekuatan .... " jawab si Daisojo dengan gayanya yang berwibawa ... dan ia melanjutkan pertanyaannya "kalau begitu kutanya pada kalian berdua, untuk apa kalian berKung Fu ..?"
jawaban Jin Tan : "Untuk menjadi Kuat!"
jawaban Chinmi : "Untuk apa ya... *dgn tampang bego dan polos* .. mungkin karena ... *dia bingung cara nyusun kata2nya* .. habis aku menghayati sih" .. celetuknya.
Sang Daisojo pun tertawa terbahak-bahak, dan beliau berkata ...
Sang Buddha pernah menyebutkan begini :
Yang mengetahui dikalahkan oleh yang menyukai. Yang menyukai dikalahkan oleh yang menghayati. Sesuatu hal yang mengetahui, hal itu tidak dapat mengungguli yang menyenangi. Sedangkan sesuatu hal yang menyenangi tidak dapat mengungguli yang menghayati.
Maksudnya begini :
Walaupun seorang manusia mengetahui sesuatu, dia tidak dapat melebihi orang yang menyenangi hal tersebut. Sedangkan orang yang menyenangi hal tersebut juga tidak mungkin melebihi orang yang menghayati sesuatu tersebut. Semua hal juga begitu, semua akan tambah maju jika dinikmati.
si Jin Tan menundukkan kepalanya, tanda bahwa ia mengakui kesalahannya dalam memahami sesuatu dan ia ingin memperbaikinya, ia ingin berubah.
si Chinmi hanya garuk-garuk pipi dengan tampang blo'on sambil bergumam "aku gak ngerti sama sekali..."
bagaimana dengan anda ...? mengerti atau hanya garuk-garuk bagian tubuh yang lain ..?
Tersebutlah seorang murid bernama Jin Tan yang sangat antusias dan sangat berambisi untuk mengikuti pertandingan uji coba itu. Dia berlatih 2x lebih giat dibanding teman-teman lainnya. Disaat jam latihan berakhir pun ia masih saja tetap berlatih seorang diri di dalam hutan.
Ia tidak mau kalah ... Ia ingin menjadi kuat ... begitulah sifatnya.
Hari yang ditunggu-tunggu para penghuni Kuil Dairin akhirnya datang juga ...
Jin Tan mendapat kesempatan untuk bertanding melawan Chinmi. Jin Tan begitu bersemangat melawan Chinmi, ia mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya di waktu senggangnya di dalam hutan. Ia mengincar 3 bagian vital manusia : leher, ulu hati, dan kelamin. Dimana mengincar 3 bagian vital manusia itu tidak diperbolehkan dalam Kung Fu.
Tapi apapun akan dilakukan Jin Tan untuk meraih kemenangan.
Pertandingan pun berlangsung seru. Jin Tan tetap berkonsentrasi menghantam 3 bagian vital Chinmi, dan Chinmi masih berkonsentrasi dalam pertahanan dari serangan-serangan beruntun Jin Tan.
Setelah beberapa menit pertandingan berlangsung, akhirnya Chinmi berhasil menjatuhkan Jin Tan ... dan disaat Chinmi akan memukul bagian leher Jin Tan, Daisojo sang kepala Biksu pun menghentikan pertandingan.
"STOP!!" katanya..
Lalu Sang Kepala Biksu bertanya kepada Jin Tan, "kamu tahu nggak kenapa kamu kalah?"
Jin Tan menjawab sambil terengah-engah dan berkeringat, "mungkin karena kekuatanku kurang.."
"Kekuatan .... " jawab si Daisojo dengan gayanya yang berwibawa ... dan ia melanjutkan pertanyaannya "kalau begitu kutanya pada kalian berdua, untuk apa kalian berKung Fu ..?"
jawaban Jin Tan : "Untuk menjadi Kuat!"
jawaban Chinmi : "Untuk apa ya... *dgn tampang bego dan polos* .. mungkin karena ... *dia bingung cara nyusun kata2nya* .. habis aku menghayati sih" .. celetuknya.
Sang Daisojo pun tertawa terbahak-bahak, dan beliau berkata ...
Sang Buddha pernah menyebutkan begini :
Yang mengetahui dikalahkan oleh yang menyukai. Yang menyukai dikalahkan oleh yang menghayati. Sesuatu hal yang mengetahui, hal itu tidak dapat mengungguli yang menyenangi. Sedangkan sesuatu hal yang menyenangi tidak dapat mengungguli yang menghayati.
Maksudnya begini :
Walaupun seorang manusia mengetahui sesuatu, dia tidak dapat melebihi orang yang menyenangi hal tersebut. Sedangkan orang yang menyenangi hal tersebut juga tidak mungkin melebihi orang yang menghayati sesuatu tersebut. Semua hal juga begitu, semua akan tambah maju jika dinikmati.
si Jin Tan menundukkan kepalanya, tanda bahwa ia mengakui kesalahannya dalam memahami sesuatu dan ia ingin memperbaikinya, ia ingin berubah.
si Chinmi hanya garuk-garuk pipi dengan tampang blo'on sambil bergumam "aku gak ngerti sama sekali..."
bagaimana dengan anda ...? mengerti atau hanya garuk-garuk bagian tubuh yang lain ..?
Subscribe to:
Posts (Atom)