Monday, January 27, 2014

Kung Fu Boy

Bagi penggemar komik terbitan elkom, masih pada inget dong sama Kung Fu Boy, si Chinmi yang jago banget kung fu. Yang sepanjang terbitan komiknya menceritakan tentang perjalanan Chinmi dalam mempelajari dan menekuni ilmu Kung Fu ke berbagai pelosok daerah.

9 tahun yang lalu juga saya pernah membahas sepenggal cerita dari si Chinmi ini tentang penghayatan dalam melakukan sesuatu, yang lebih lengkapnya bisa dibaca sendiri di postingan Chinmi Quotation.

Nah, setelah sebelumnya saya juga sudah berbagi komik Legenda Pelangi, sekarang saya mau berbagi lagi komik digital-nya Kung Fu Boy yang memang sengaja saya scan sendiri, bukan karena gak ada kerjaan, tapi memang saya punya visi tertentu mengenai koleksi komik-komik saya ini :)) *wew bgt ga sih alasannya* haha

Terus terang, sekarang ini saya agak kesulitan mencari waktu luang untuk membereskan this scanning thing. Tapi akan selalu saya usahakan untuk segera menyelesaikan semua komik as soon as possible. Jadi ya harap maklum kalo baru 7 jilid yang baru bisa saya bagi untuk saat ini.

Selamat me-download membaca!

Kung Fu Boy vol.1                                  Kung Fu Boy vol.2
Kung Fu Boy vol.3                                  Kung Fu Boy vol.4
Kung Fu Boy vol.5                                  Kung Fu Boy vol.6

Monday, January 13, 2014

Hari Bertema

Hari-hari di Bandung terasa begitu menantang sejak ada peraturan daerah mengenai hari bertema yang dicetus oleh sang walikota yang didamba para penduduknya sejak lama, Bapak Ridwan Kamil.

Nah, terinspirasi dari hari bertema itu, saya ingin membuat hari bertema sendiri untuk saya pribadi terkait masalah motivasi dan disiplin diri. Lalu kenapa sih saya harus bikin hari bertema sendiri? Kenapa ga ngikut sama pak walikota saja?

Well, inilah alasan dan pilihan saya...

#SeninGratis 
Hari senin gratis ini maksudnya gratis naik bus untuk para pelajar. Masalahnya kan saya bukan pelajar lagi, jadi hari senin ini saya bikin tema sendiri menjadi :
#SeninMenulis 
Maksud menulis ini adalah menulis blog, dalam bahasa indonesia tentunya ^^ jadi akan ada update-an blog setidaknya sekali dalam seminggu.

#SelasaTanpaRokok
Kebetulan saya bukan perokok, jadi ya jelas sekali ini ga berguna buat saya. Jadi akan saya bikin hari selasa ini dengan tema :
#MeatlessTuesday 
Maksud dari meatless tuesday ini adalah  gak makan segala macam daging seperti sapi, ayam, ikan, dan makanan laut lainnya. 

#ReboNyunda
Well, karena saya juga jarang hampir ga pernah berbahasa sunda, tema rebo nyunda ini sangat bermanfaat untuk saya belajar dan mempraktekan bahasa sunda (yg halus). Jadi tidak perlu lah saya bikin tema sendiri :)

#KamisInggris
Nah khusus hari kamis inggris ini, saya mau fokus ke menulis (blog) dalam bahasa inggris saja. Karena kalau untuk percakapan, hampir sehari-hari saya sudah berbahasa inggris. 

#JumatBersepeda
Yeay, saya suka bersepeda tapi belum punya sepeda :D jadi dalam rangka berpartisipasi dengan jumat bersepeda yang intinya mengurangi polusi dan kemacetan, saya akan bikin hari ini jadi :
#JumatBerkreasi
Maksud berkreasi disini adalah boleh melakukan hobi saya bermain piano, crafting pergamano, atau mencoba resep baru dalam per-baking-an. Yang penting diem di rumah mengurangi polusi dan kemacetan.. hahah!

Untuk hari sabtu sebenarnya pak Wali belum menetapkan hari bertema, jadi beliau ngarang aja bikin #SabtuTanpaHarkos dan saya pun belum kepikiran lagi mau bikin hari bertema apa untuk saya sendiri. Jadi untuk sementara ini saya bikin hari sabtu dengan tema :
#SabtuBebas
Bebas bertema maksudnya. Sampai nanti mungkin jika ada hal spesifik yang ingin saya jadikan tema di kemudian hari.

Untuk hari minggu juga sama, beliau masih ngasal bikin tema #MingguNyeuseuh, yang lalu dianggap serius oleh Abbas :)) tapi untungnya saya udah punya ide buat saya sendiri, yaitu :
#MingguNdeso 
yang maksudnya hari minggu ini ga boleh melakukan sesuatu yang berkaitan dengan teknologi, seperti smartphone, internet, dan kronco-kronco nya. 

Nah, lengkap sudah hari bertema dalam seminggu. Semoga semua bisa terlaksana dengan baik dan lancar, dan mari kita lihat efeknya dalam beberapa bulan ke depan. 

Salam Tema!

Monday, December 30, 2013

They Were My Pets

Tersebutlah di suatu masa saat saya punya waktu luang untuk memelihara binatang, selain memelihara saya juga suka untuk memberi nama. Karena konon dengan memberi nama pada sesuatu itu tandanya kita menghargai suatu kehidupan, memberi arti kepada sesuatu yang mungkin saja akan terlewat percuma.

Lalu sampailah juga saat saya ingin memulihkan password salah satu email saya yang terlupa, ternyata pertanyaan yang saya sediakan sebelumnya berkaitan dengan salah satu nama pet  yang pernah saya punya. Pusinglah saya karena terlalu banyak yang pernah aku pelihara.

Jadi untuk bahan menulis juga di penghujung tahun, saya ingin coba menjabarkan satu persatu (yang saya ingat) nama-nama binatang yang pernah aku simpan, selain binatang yang memang sudah ada sejak saya lahir seperti Ucil (German Sherpherd yang mati diracun orang); Moi (entah anjing jenis apa, mati karena tua dan katarak); dan Minnie (anjing kampung yang akhirnya dijual untuk dijadikan santapan penikmat daging anjing).

1. True Blue : Sepasang burung parkit berwarna biru yang saya punya waktu SMA, keduanya ilang diambil orang, padahal saat itu saya pengen banget ngeliat anak burung yang baru menetas dari telurnya.

2. Primus dan Nafa : Yaah, bisa ditebak.. saya punya kelinci ini jaman-jamannya Primus sama Nafa Urbach sudah tidak bersama lagi. Saya ngasih nama ini juga bukan karena nge-fans loh.. suer deh. Si Nafa kelinci putih ini mati digigit kucing di hari pertama saya beli.Sedangkan Primus kelinci abu dengan titik putih di jidatnya ini boleh dibilang spesial buat saya, si kelinci ini sepertinya ngerti sama bahasa manusia. Tapi akhirnya mati juga digigit kucing liar, saya sampe nangis 2 hari 2 malam ga berenti2. Temen-temen pada aneh, dikira mereka salah satu saudara saya yang mati. Sampe-sampe salah seorang teman saya yang peduli, ngehadiahin saya boneka kelinci.

3. Dolly : Ini kelinci juga, jenisnya angora.. bulunya berjibun, warnanya coklat muda. Saya kasih nama Dolly sesuai dengan Dolly tempat pelacuran di Surabaya, tempat kelahiranku.Sesuai dengan namanya pula, dia hilang melarikan diri. Mungkin ingin kembali melacurkan diri di dunia kelinci.

4. Cuko : Yang ini kura-kura hijau kecil itu loh, yang udah gede malah jadi buruk rupa. Kura-kura ini saya punya sejak SMP sampe sebelum masuk SMA, selalu saya bawa didalam saku seragam. Saat istirahat kelas, selalu saya masukin ke kolam kecil di sekolah. Sampai akhirnya ada teman yang sangat berbaik hati menawarkan diri untuk mengurusnya. Akhirnya si Cuko pun mati sesuai dengan umurnya.

5. Stella : Anjing Golden Retriever yang saya beli di Pet Shop, yang saya kawinkan dengan anjing tetangga dan akhirnya dia melahirkan anak-anak nan lucu : Godric (diambil sang besan); Cleo (si montok yang laris terjual); Britney (si bungsu yang mati karena flu di usia muda); satu lagi saya lupa namanya; dan Chantall yang suka makan sendal dan akhirnya saya nikahkan sama anjing yang berdomisili di Yogyakarta. Berangkatlah dia dengan mobil plus antimo..

6.Bombom : Ini anjing jenis Old England Sheepdog , gede banget. Saya menyerah gak bisa ngurusnya, akhirnya saya jual ke yang lebih layak dengan harga murah. Anjing ini tuh kaya mobil eropa, pas beli mahal, pas dijual lagi jatuh harganya.. *eh, kok jadi ke mobil*

7. Disney : Anjing jenis Pomeranian warna coklat, saya beli waktu saya kerja. Nama di stambumnya sih Garry von Familian, tapi saya gak suka nama itu, jadinya saya ganti jadi Disney deh.. a.k.a Neney. Anjing ini  ilang saat ikut sepupu tarawehan di tahun 2010. Saya harap memang diambil sama orang yang suka anjing, jangan sampe diculik pemuka agama untuk dicuci otak dan dijadikan teroris.. *eh lagi*

Yah, setelah kehilangan si disney.. saya berhenti untuk memelihara binatang. Cukup sudah berkutat dengan perbinatangan. Saya sekarang lebih bisa menikmati hanya dengan melihat saja tanpa harus memiliki :)