Tuesday, May 12, 2015

Bikin baso sendiri

Anda suka baso? saya sih suka banget.. lagian, siapa sih yang ga suka baso. Apalagi bagi mereka yang tinggal di wilayah jawa barat, yang sebagian besar penduduknya menempatkan semangkok baso penuh kuah bersaus dengan sesendok sambal cair sebagai makanan wajib mereka dibandingkan dengan sepiring nasi.. *eh

Pernah gak berpikir untuk bikin baso sendiri? pasti pernah deh, cuma males dan gak mau ribetnya itu kan yang bikin kita mengurungkan niat. Belum lagi alasan gak punya alat penggiling daging.. lengkaplah sudah.

Anyway, segala sesuatu harus dicoba walaupun harus dengan sedikit paksaan, entah dari dalam diri sendiri atau dari dorongan orang lain. Seperti saya contohnya, yang terinspirasi dan didorong oleh tante saya yang doyan masak dan doyan pergi ke pasar untuk bikin baso sendiri... jadi gini loh geen :

1. Bangun pagi2, gausah mandi dulu, cuci muka aja terus pergi ke pasar. Ga usah nyubuh, jam 6 atau setengah 7 gak papa, yang penting jangan diatas jam 7, tukang giling dagingnya udah gak ada lagi.

2. Cari tukang daging di pasar, beli daging sekilo plus tetelan atau urat dan atau lemak buat campuran baso (kalo suka itu juga). Campurannya 1/4 aja cukup atau tergantung selera. Pokoknya bilang aja ke tukang daging, buat bikin baso.

3. Cari tukang yang suka giling daging buat baso, biasanya sekitaran tukang daging gitu juga letaknya. Minimal giling 1kg, harganya cuma 5000 rupiah aja per kilo.. murah kan dibanding beli alat giling sendiri yang jutaan harganya (kecuali emang pengen berbisnis baso). Kasih juga bumbu yang udah diracik sendiri dirumah, yang bebas MSG dan vetcin. Bumbu campurannya itu tepung aci, bawang goreng, merica, bawang putih dan garam. untuk 1kg daging, tepung yang dipakai biasanya 2 ons. 1 ons juga bisa kalo kepengen basonya lebih berasa  daging.

4. Setelah bumbu dan daging dicampur dan digiling, bawa deh kerumah untuk dibulet-buletin dan direbus.

Oh iya, kalau misalnya gak ngeracik bumbu dari rumah juga gak papa kok. Nanti di pasar cari aja orang yang jualan bumbu2, biasanya yg jualan sekitaran tukang daging gitu juga. Nah, tinggal bilang aja ke orangnya, beli bumbu buat baso 1kg, tar dia siapin. Biasanya si penjual bakal nanya, buat dijual apa buat sendiri? mungkin ngaruh juga buat dia untuk ngeracik bumbunya. Tapi bisa request juga kok, kaya "jangan pake vetcin atau royco"

Terus tips untuk penyimpanan baso, setelah direbus, kalo gak habis masuk di perut, masukin ke plastik aja lalu dimasukkan ke freezer, jadi nanti kalo mau dimakan tinggal direbus lagi. Dan karena tidak pakai bahan pengawet, jadi mungkin bisa tahan seminggu kali ya dlm freezer. Saya kurang tau, soalnya kalau saya sebelum seminggu sudah ludes basonya.. hehe.

Gimana..? simple kan sebenernya.. bagian tersusah dari pembuatan baso ini itu cuma satu, bangun pagi dan pergi ke pasarnya itu.. hahahah!

Selamat mencoba ya :)

Sunday, December 21, 2014

Logika Cinta

Jangan berlari terlalu cepat
Jangan melompat terlalu tinggi
Jangan berbicara terlalu lantang
Jangan berduka terlalu dalam
Jangan mencinta tanpa logika

Ah logika..
Mana bisa mencintai dengan logika
Yang ada mencintai seperti orang gila
Mengais, mendamba dan merindu
Pada dia yang mungkin tidak tahu 

Lalu apa..

Saturday, December 20, 2014

Happier

Lesson #1
More Calm, Less Stress
.:. 7 Meditations designed to restore balance to busy lives.:.
with Dave Romanelli

Thought for the Day
"Working hard and working smart sometimes can be two different things"
- Byron Dorgan


Apaan tuh..?
Itu saya dapat di aplikasi yang baru saya download di AppStore dengan nama Happier. Aplikasi yang (sepertinya) bertujuan untuk membantu individu untuk lebih bahagia (dari sebelumnya) dari berbagai aspek seperti mind, body, dan gratitude. Selain itu aplikasi ini juga ditujukan untuk menginspirasi manusia-manusia yang butuh di inspirasi.. hahah.

Ok, karena ini dalam rangka "menyelam sambil minum air" , saya pilih yang kategori mind. Mungkin karena saya merasa ada yang perlu diperbaiki dari mind saya yang hiperaktif ini. Walaupun sepertinya course ini untuk orang-orang sibuk dengan pekerjaan kantoran, gak ada salahnya juga diterapkan ke orang-orang yang sibuk ga jelas kesana kemari.. *lol*

Yah! keburu lupa tujuan saya menulis tentang ini... Saya ingin share sedikit dari lesson yang saya dapat hari ini.

Di bagian listen and relax, beliau (Dave Romanelli) menceritakan sebuah cerita mengenai percakapan seorang nelayan dari yunani dan seorang turis amerika tentang sebuah pekerjaan. Inti dari ceritanya adalah, nelayan yang bekerja seadanya dan menghabiskan sisa waktu hariannya dengan keluarga dan teman ini dianjurkan si turis untuk meluangkan waktu bekerja lebih lama, sehingga bisa menghasilkan duit yang lebih banyak, dan membuat sesuatu yang lebih besar, seperti punya banyak kapal untuk mancing, memperkerjakan orang, dlsb. Setiap anjuran yang diutarakan oleh si turis hanya dijawab dengan kalimat pendek dari si nelayan.. "and then what..?" 
dan pada akhirnya si turis menjawab "ya setelah kamu dapat semua, udah kaya, kamu bisa leyeh-leyeh dan menikmati harimu dengan istri, anak dan teman-temanmu"

Nah, situasi seperti ini katanya disebut sebagai "western circumstance".
"We spent all of our health to gain our wealth, and then we need to spend all of our wealth to regain our health."

Semua orang rata-rata "terperangkap" dalam lingkaran itu. Satu hal lagi  yang perlu diketahui mengenai stress, seorang penulis bernama Natalie Goldberg berpendapat : 
"Stress is basically a disconnection from the earth, a forgetting of the breath. Stress is ignorance state, it believes that everything is an emergency. Nothing is that important."

Jadi intinya jangan stress teuing, kalo kamu sedang merasa time controls your day (or life) , maka ini waktunya kalau kamu harus sediakan waktu untuk menenangkan diri, 5 atau 10 menit juga berarti. Oh iya, judul dari lesson pertama ini adalah :
RELEASE & RELAX 

Yang mau nyoba sendiri, silahkan Download Happier di device anda :)